Ketakutan yang harus kau tempuh sendiri

Memasuki ruangan dengan bunyi-bunyi alat yang disiapkan untukmu

Di dalam kau berusaha tenang, kau percaya sebentar lagi semua ini akan berakhir

Kau ingin mendengar “Besok kau takkan perlu lagi ke sini.”

Namun kau masih saja mendengar, “Kembali lagi.”

Kau keluar

Jalanan yang ramai namun acuh membuatmu meringkuh dalam ketakutan lagi

Kau menyerah dalam rasa gugup, bisu, dan gemetar tubuhmu

Kau menyeka air mata dengan lengan kemeja yang kau gulung karena terlalu panjang

Kau percaya tidak ada yang mengenalimu

Setidaknya saat itu kau ingin semua benar-benar tidak mempedulikanmu yang berdiri di tepi jalan menunggu angkutan membawamu pergi dari tempat yang ternyata masih kau benci

Kau pulang

Kau akan lupa setelah kau terlelap

Kau yakin

Tiap-tiap kita punya ketakutan bukan?

Kadang orang terpaksa menjadi berbeda saat ingin bertahan walau dalam ketakutan

Layaknya cicak yang melepas ekornya

Layaknya putri malu yang mengatupkan daunnya

Kau mencari cara untuk bertahan dalam ketakutanmu

Ingin jadi apa kau?

Kau mencari cara untuk tidak mengetuk pintu dan mencari mereka yang takkan paham ketakutanmu

Mungkin bisa menjadi kura-kura yang cukup berlindung di tempurungnya sendiri

Mega

Muslim - Indonesian - Loves written words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *