Alam kita berbatas-batas, berbilik-bilik. Ada tembok, berpagar, dan kadang bertebing. Ada jalan-jalan yang putus, tak saling menyambung.

Orang-orang hidup untuk membuat alat agar bisa melampaui batas, kadangkala. Agar jalan satu bersambung dengan jalan selanjutnya.

Surut saja apakah salah? Bahkan ombak pun kadang memilih menjauh terlebih dulu pada tepian lautan. Bahkan angin kadang memilih turun saja ke lembah jika puncak terlalu tinggi.

Menatap. Menatap langit-langit yang menjadi batas bagi udara yang aku hirup. Menatap dinding yang menjadi batas bagi suara hiruk.

Batas ini menjadi alasanku.

Setidaknya aku bukanlah pendayung di atas perahu yang mencari-cari ujung perairan. Aku pun tak ingin menjadi awan yang menjadi hujan untuk tahu letak daratan.

Aku ingin tetap ada, berlindung dalam alam yang ku biarkan berujung.

Mega

Muslim - Indonesian - Loves written words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *