Beberapa kali aku melihatmu berjalan cepat dalam langkahmu yang besar-besar. Mungkin kau sedang mengejar sesuatu yang tak perlu aku tahu.

Kau tak tahu bahwa aku mengikuti jalanmu menyusuri jalan yang tak berumput. Sesekali kau angkat telepon genggam (mungkin) untuk mengecek apakah ada yang memanggilmu lagi atau (mungkin) kau hanya ingin tahu bagaimana mereka melanjutkan obrolan.

Tapi aku lebih senang sebenarnya melihat kau berjalan cepat saja, menghadap ke depan, tanpa ada telepon genggam di tanganmu.

Hari ini aku kembali ke perjalanan menyusuri kota. Menjelang senja. Kau tentu tak ada. Yang ada sekarang aku menyaksikan kereta yang berjalan perlahan saja, stasiun sudah dekat.

Saat itu kau berjalan cepat.

Aku pun terpikir, apakah masih jauh?

Masih pun tak apa, lanjutkan saja. Berlari kalau perlu.

Mega

Muslim - Indonesian - Loves written words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *