Terbiaskan cahaya untuk sampai di matamu. Ada titik-titik air yang takkan sampai sehingga tak bisa kau sebut hujan. Kau tak bisa menamai semua hal.

 

Ada hal-hal yang lebih baik tidak bisa kau simpan dalam keping memori karena ia melalui ruang berbeda terhalang tembok yang hening menutupi matamu.

 

Kau akan mengerti jika kau ingin pahami. Tapi inginmu adalah waktu yang memilih untuk menyembunyikan detiknya.

 

Lalu aku ingin terus menulis ketidaktahuanku tentang hal yang tidak aku pahami. Terus menuliskan kata-kata yang tak tahu harus dimulai dengan huruf apa.

 

Matamu melihat biru yang berakhir dalam waktu.

 

Kita adalah sekumpulan memori yang berupaya tidak hilang. Kita adalah sekumpulan harapan yang ingin dipahami oleh waktu.

 

  • Aku melihat titik-titik putih yang membawa kelabu di matamu.

Mega

Muslim – Indonesian – Loves written words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *