Tulisan ini adalah sajak yang saya tuliskan saat menjalani program pertukaran pelajar KL-YES mulai Agustus 2011 hingga Juni 2012, menetap di Perkasie, Pennsylvania.

 

Satu Bulan

satu bulan
tak terasa sudah satu bulan saja disini
satu bulan sudah meninggalkan rumah
bermodalkan kepercayaan dan lindungan Allah

kini aku berada di dunia baru
kini aku menjadi anggota baru di sebuah keluarga sederhana
kini aku mengenal orang orang baru
tua muda, mereka semua tersenyum kepadaku!
si anak baru

kehangatan keluarga ini..
aku panggil dua orang asing dengan mom dan dad
kita sama sama merasa asing mungkin
namun inilah kita, keluarga baru lintas negara

walaupun aku baru, walaupun aku berbeda,
semua orang begitu ramah dan antusias mengenalku
sungguh, ini di luar ekspektasiku

ini permulaan yang luar biasa
sekarang aku mengerti makna pesan Kak Alvin,
“Don’t expect too much!”

semua mengalir begitu indah dari hulu
semoga indahnya mengalir sampai ke hilir

Terima kasih Ya Allah
Terima kasih mama papa atas dukungan dan kelapangan hati melepasku merantau
Terima kasih semua atas doa doa yang telah mengantarku sampai disini,
tanah rantau Amerika.

Dua Bulan

dua bulan
berada di dunia yang berbeda
bahasa, udara
bahkan kini aku berada di bawah langit yang berbeda

adaptasi dan usahaku untuk bertahan mulai menguat
aku berusaha menikmati hari hari
menikmati bahasa asing untuk mengerti dan dimengerti
menikmati dinginnya angin yang menusuk hingga tulang

semakin dingin udara pagi
semakin membara api untuk menghangatkan
aku disini mungkin hanya sekali
nikmati saja dinginnya Amerika

kadang lelah terasa di perjalanan pulang dari sekolah
setelah melawati hari berusaha mengerti kata mereka
para guru dan sahabat baru
dan tentu berusaha untuk menjalin persahabatan

ketika lelah Allah pun lalu menghiburku
Allah tunjukkan padaku pemandangan yang begitu indah
aku nikmati pemandangan musim gugur dari jendela bis sekolah
daunnya tak hijau lagi, pohon itu menguning
inilah dia! inilah musim yang aku impi-impikan!

kadang aku mulai merindu
merindukan gelak tawa dan senda gurau mereka yang jauh disana
lalu aku bertekad, tak boleh larut dalam acara merindu
lanjutkan hari! hanya sembilan bulan lagi

sembilan bulan lagi.
aku harus meninggalkan arti

Allah tetaplah disisiku
Kuatkan aku, lindungi aku!

Bulan Ketiga

tiga bulan
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Alhamdulillah
senang rasanya bisa aktif di sekolah
punya banyak teman dan tertawa bersama mereka
senang rasanya hadirku ada arti baginya

Alhamdulillah
lebih kurang dua bulan sekolah
nilaiku jauh diluar perkiraanku
syukurku, aku bisa mengerti dan berprestasi

Alhamdulillah
lidahku semakin lincah menarikan bahasa asing ini
telingaku sudah cukup beradaptasi dengan bahasa mereka
aku semakin menikmati hari

tak kuingkari,
ada kalanya ku gundah
saat itu aku segera bersujud dan mengadu
kepada Allah, satu satunya tempatku meminta, tempatku meminta pertolongan

ada kalanya ku merindu
namun kusyukuri adanya dunia maya
walau jarak begitu jauh, walau siangku malamnya
aku bisa begitu dekat dengan mereka

dan ada waktu ku merasa kecewa
namun tak ingin aku terbuai dengan rasa sakit dan kecewa
tak ingin ku terkontrol emosi
hingga sudah kuputuskan untuk musnahkan saja bibit pengganggu itu
hilangkan dari lubuk hati, tak ingin berharap lagi

makin hari aku merasa makin bijaksana
menetapkan pilihan untuk bahagia dan sekali lagi, menikmati hari!

Terima Kasih Ya Allah
atas segala pembelajaran dan kekuatan

Empat Bulan

Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Atas kuasa-Nya lah aku masih tegak berdiri di tanah rantau ini
dengan kekuatan dari-Nya lah yang membuatku masih kokoh menggenggam cita

hariku mulai tak semulus sebelumnya
kini aku tidak lagi hanya berputar putar menikmati keindahan hari
sekarang aku mulai mendaki ke puncak
jalan mulai berliku
penuh tantangan!

kadang lelah, kadang bosan
hari-hari di sekolah mulai melelahkan
bahagiaku, aku memiliki keluarga yang luar biasa
dan teman-teman yang menenangkan

setiap ku lihat senyum di wajah mereka
aku merasa tenang kembali
setiap ku dengar suara mereka memanggilku
aku merasa tenang kembali

ada mereka.. ada mereka..
hatiku mulai berbisik menghibur tubuh yang lelah..

dan ada mereka juga..
yang jauh disana, namun masih peduli
dan bersedia meluangkan waktu untuk berbagi
jarak dan perbedaan waktu tak dianggap masalah
terima kasihku untuk semua yang jauh disana

perjalananku masih panjang
puncak itu masih jauh
aku baru di kakinya, masih jauh
jalan berliku masih panjang

saat sudah waktunya matahari terbenam, jangan bersedih
ada bulan yang tetap memancarkan sinar matahari untukmu

Innallaha ma’ana, ma’ashshobiriin

Lima Bulan

hari ini Januari.
Allah, Kau memutar waktu terlalu cepat
sudah lima bulan saja
tak terasa

baru kemarin rasanya aku menangis di bandara Soekarno-Hatta
sekarang aku menangis bahagia sehabis sujudku di tanah Amerika
lihatlah, sekarang duniaku terlihat berbeda
semua semakin berarti..

sekarang aku sudah melewati begitu banyak liku
ha! aku melewatinya sudah
tersenyum walau terengah-engah
kini aku sudah setengah jalan

semakin lama semakin kurasakan arti mereka
keluarga dan sahabat baruku
mungkin sudah tak pantas lagi disebut baru
bagaimana kalau kita sebut keluarga dan sahabat Amerika,
untuk selamanya

tanpa mereka, entahlah.
mungkin aku takkan sebahagia ini
sendiri jauh dari kampung halaman
mencari arti hidup dan bahagia

sudah setengah jalan
semakin banyak indah ciptaan Allah yang telah kulihat
pernahkah kau melihat matahari bersinar sedang salju yang jatuh perlahan?
sangat, sangat indah..
bahkan ternyata lebih indah dari daun-daun Maple yang jatuh berguguran

walau dingin membeku
kurasakan indah dan hangat di relung jiwa

Enam Bulan

Kini, aku tak lagi terengah-engah
Aku berjalan penuh tawa dan bahagia
Makin lama mataku semakin terbuka
melihat setiap kebahagiaan yang disisipkan Tuhan

detik demi detik mengantarkanku ke 17 tahun
aku tersenyum saat menghembus nafas pertama di tahun baru hidupku
ini udara musim dingin, dingin
aku cium molekul molekul hangatnya rahmat yang dihembuskan Tuhan

bulan keenam ini menguras air mata
bukan karna duka ataupun luka
melainkan karena belaian-belaian lembut tangan Tuhan

bulan keenam menitipkan banyak pelajaran berharga
tentang arti keluarga yang selalu ada
tentang arti sahabat yang tak sempurna
dan tentang keakuan yang mesti sirna

bulan keenam juga menitipkan do’a-do’a
tentang esok, esok hari..
dan tentang..
tentang hari-hari bahagia

bulan keenam juga menitipkan tekad
dari hamba yang bergelimang dosa
untuk melangkah semakin dekat,
dan lebih dekat lagi,
lebih dekat dari urat nadi

Izinkan aku Tuhan…
untuk lebih baik dalam dekapan-Mu

Tujuh Bulan

Allahuakbar!
Tujuh bulan!
Baru kemarin aku bilang,
“Tiga bulan sudah”
sekarang aku bilang,
“Tiga bulan lagi”

Jangan tanyakan perasaanku sekarang
campur aduk
sedih dan senang
takut dan riang

Aku ingin cepat pulang
Tapi aku juga belum siap pulang
Aku tak ingin pergi
Tapi aku juga tak mau selamanya disini

Cintaku sudah tumbuh mekar
Bahkan mungkin akan makin mewangi lagi
Seiring musim semi

Aku akan biarkan musim semi
Menutup indah kisah cintaku
di tanah Amerika
Bismillah..

Delapan Bulan

puncak itu mulai terlihat dari sini
akhir akhir ini aku berjalan santai saja
antara menikmati pemandangan dari atas bukit
dan keinginan untuk cepat sampai di puncak

Delapan bulan
D E L A P A N
ada yang bisa menjelaskan kenapa begitu cepat berlalu?
ada yang bisa menjelaskan kenapa aku merasa linglung?

Ikatan ini semakin erat membelengguku
dengan keluargaku
cintaku mengalir tulus
atas kasih sayang dan rasa ragu yang sempat meraihku

tapi aku belajar, masih belajar
terus berusaha mengerti arti keluarga
arti kasih sayang yang tumbuh secara alami
arti saudara untuk berbagi

aku makin sibuk belajar
belajar bukan dari buku
belajar dalam diamku memperhatikan
belajar dengan mata dan hati

tapi waktu makin singkat
sudah waktunya aku menulis konklusi
sudah waktunya aku harus menemukan “arti”
tidak lagi hanya melongo

aku semakin sering menemukan alasan untuk mengucap “Alhamdulillah”
banyak memulai hal baru dengan hati berucap “Bismillah”
menatap indah bunga-bunga yang makin banyak bersemi dengan “Subhanallah”
dan entah kenapa membuka halaman lama untuk akhirnya mengaku “Astaghfirullah”

Delapan bulan berlalu
ada mimpi yang kutuliskan:
“Allah, aku ingin pulang dan menulis buku.”

Sembilan Bulan

aku benci memulai puisi ini

bulan sembilan bercerita tentang

cinta-cinta yang menguatkan

keluarga, sahabat, senyum manusia

dan hujan yang menjadikanku tiada

bulan sembilan bercerita tentang

tentang seorang anak yang ingin pulang kampung

memeluk bapak secepatnya kalau bisa

mencium ibu lalu makan masakannya lagi

meraih tangan saudara-saudaranya lagi

melihat wajah-wajah sahabatnya sebelum mereka pergi

anak yang tidak ingin menyapa perpisahan

anak yang tidak ingin menangis

belum siap memeluk bapak ibu di hari terakhir

tidak ingin menangis meninggalkan rumah tersayang

yang masih ingin memakan keju dan mencoba susu

bulan sembilan bercerita tentang

nilai-nilai kalkulus

nilai-nilai sains

nilai-nilai bahasa

nilai-nilai seni

nilai-nilai sosial

nilai-nilai kata-kata

bulan sembilan bercerita tentang

merancang akhir cerita pendakian

memastikan ada jejak yang tertinggalkan

dan aku lebih benci lagi untuk mengakhiri

Sepuluh Bulan

Semua pertama harus menemui yang terakhir

Kini aku sampai di titik selamat tinggal

“semoga kita bertemu lagi”

Kemana waktu berlari

hingga malam pun terasa begitu singkat

Mama, Papa,

sebentar lagi aku pulang

Tunggu aku di kampung halaman

7 Hari Terakhir di Perkasie

Aku benci menghitung hari. Tapi apa daya otakku tak bisa aku  matikan untuk tahu dalam 7 hari aku akan pergi. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.

Aku sudah siap pulang. Aku tak ingin tinggal lebih lama lagi pula. Aku pikir  misiku sudah selesai, terkecuali selamat tinggal. Aku tunggu sampai hari terakhir saja. Belum siap untuk melihat wajah mereka dengan mata bengkak dan buram. Setidaknya nanti saja di perjalanan, toh akhirnya aku akan tidur saja sampai akhirnya benar-benar pulang ke rumah.

Jangan pasang muka itu dulu. Belum waktunya.

Mega

Muslim – Indonesian – Loves written words

One thought on “While in America

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *