Selamat pagi.

Ada yang terus berakit di antara jarak yang membentang. Sesekali dia berhenti sejenak untuk menyapa atau sekedar berbincang-bincang.

Anak-anak butuh pandu, Bapak tahu caranya. Kadang juga ingin begitu, bercerita lalu bertanya caranya bagaimana- -tidak, mungkin tepatnya bercerita saja tentang yang mempermainkan sapa dan pertanyaan apa kabar.

Ternyata dalam jarak itu bukan tempat menjaga pesan yang baik. Entah tak sampai atau kata-katanya meluruh di perjalanan.

Ah, sudahlah. Saatnya melaju dan takkan singgah-singgah lagi. Mereka terus mendayung lalu menikmati riak air di sekililing.

Ada cahaya matahari yang dipantulkan. Dia terus saja. Teruslah. Terus saja. Jangan berhenti.

Terus menuju.

Mega Liani Putri, Oktober 2016

Mega

Muslim - Indonesian - Loves written words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *